LOMBOK TENGAH, PINTAS.CO.ID – Pesan untuk menghentikan bullying atau perundungan tidak cukup hanya disampaikan lewat imbauan. Di Lombok Tengah, kepolisian memilih turun langsung ke lingkungan pendidikan untuk membangun kesadaran pelajar tentang pentingnya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua.

Langkah tersebut dilakukan Kapolsek Kopang, AKP Muh. Zulmajdi, SH., melalui program Police Goes to School di Yayasan Pondok Pesantren Mambaussa’adatain NW, Desa Bebuak, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan sosialisasi digelar pada Senin (21/9/2026) mulai pukul 08.00 Wita hingga selesai. Bertempat di Ruang Aula Yayasan Pondok Pesantren Mambaussa’adatain NW Desa Bebuak, kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi dari tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Kapolsek Kopang hadir langsung sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Di hadapan para pelajar, ia menyampaikan edukasi mengenai stop bullying sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku perundungan di lingkungan pendidikan.

Pesan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan larangan melakukan bullying, tetapi juga pentingnya membangun kesadaran di kalangan pelajar agar lingkungan sekolah menjadi ruang yang aman bagi seluruh siswa.

Program Police Goes to School menjadi salah satu sarana bagi kepolisian untuk hadir secara langsung di tengah lingkungan pendidikan.

Melalui pendekatan tersebut, pesan mengenai pencegahan bullying dapat disampaikan secara langsung kepada para siswa. Interaksi antara kepolisian dan pelajar juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat sehingga edukasi tidak hanya berlangsung satu arah.

Para siswa MI, MTs, dan MA Yayasan Pondok Pesantren Mambaussa’adatain NW Desa Bebuak mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Mereka menyimak materi yang disampaikan Kapolsek Kopang mengenai pentingnya menghentikan tindakan bullying serta menjaga hubungan yang baik dengan sesama siswa di lingkungan pendidikan.

Bullying sendiri dapat menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian di lingkungan sekolah karena perilaku perundungan dapat muncul dalam berbagai bentuk.

Karena itu, pemahaman sejak dini mengenai perilaku tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesadaran pelajar.

Edukasi secara langsung diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa lingkungan pendidikan bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun sikap saling menghormati dan menghargai.

Kegiatan Police Goes to School di Desa Bebuak juga memperlihatkan pendekatan kepolisian yang tidak semata-mata berorientasi pada penegakan hukum.

Kehadiran polisi di lingkungan sekolah menjadi bagian dari pendekatan edukatif kepada generasi muda. Melalui sosialisasi, pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan pendidikan tetap kondusif dan bebas dari tindakan perundungan.

Pesan stop bullying diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi tersebut. Kesadaran yang dibangun melalui edukasi diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun dalam interaksi antarpelajar.

Bagi para siswa, memahami persoalan bullying juga menjadi langkah awal untuk mengenali perilaku yang tidak semestinya dilakukan terhadap teman maupun orang lain.

Karena itu, komunikasi langsung antara polisi dan pelajar menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan di Yayasan Pondok Pesantren Mambaussa’adatain NW Desa Bebuak berlangsung hingga selesai dan melibatkan siswa-siswi dari tingkat MI, MTs, dan MA.

Selain penyampaian materi, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengikuti sesi tanya jawab.

Sesi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan Kapolsek Kopang dan memperdalam pemahaman mereka mengenai pencegahan bullying di lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berharap pesan mengenai stop bullying semakin dipahami oleh para pelajar.

Edukasi yang dilakukan secara langsung di lingkungan sekolah menjadi bagian dari langkah membangun komunikasi antara kepolisian dan generasi muda sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa.

Kehadiran Kapolsek Kopang dalam program Police Goes to School di Desa Bebuak pun menjadi bagian dari upaya menyampaikan pesan pencegahan bullying sejak dini, dengan melibatkan langsung para pelajar sebagai bagian dari lingkungan pendidikan.

Dengan pemahaman yang terus dibangun, para siswa diharapkan semakin menyadari pentingnya menghormati sesama, menjaga hubungan antarteman, serta bersama-sama mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.(P02)