JAKARTA, PINTAS.CO.ID – Konsolidasi organisasi Asosiasi Usaha Kecil, Mikro dan Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih memasuki babak baru.
Ribuan pimpinan APKLI dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan hadir dalam pelantikan Pengurus Pusat APKLI Merah Putih periode 2026-2031 yang akan digelar di Jakarta pada 17 Oktober 2026.
Pelantikan tersebut menjadi agenda perdana kepengurusan DPP APKLI Merah Putih hasil Musyawarah Nasional (Munas) VI yang berlangsung pada 25-27 Agustus 2026, di Asrama Haji Jakarta Timur.
Ketua Panitia Pelantikan sekaligus Sekretaris Jenderal DPP APKLI Merah Putih, Saiful Chaniago, mengatakan agenda tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pergantian atau pengukuhan kepengurusan.
Menurut dia, pelantikan akan diarahkan sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat infrastruktur ekonomi kerakyatan dari tingkat pusat hingga daerah.
“Pelantikan ini bukan hanya seremoni, akan tetapi ini adalah konsolidasi revolusioner infrastruktur organisasi untuk membangun ekonomi kerakyatan Indonesia,” kata Saiful Chaniago.
APKLI Merah Putih, lanjut Saiful Chaniago, ingin memperluas cakupan gerak organisasi. Tidak hanya pedagang kaki lima, organisasi tersebut juga menyatakan menghimpun berbagai kelompok usaha rakyat yang berada di sektor hulu hingga hilir.
Di dalamnya mencakup petani, nelayan, peternak, pelaku home industry, industri rumah tangga, warung kelontong, pasar rakyat, pasar malam hingga pelaku usaha bazar.
“Inilah kekuatan 65,4 juta UMKM dan 16 juta pasar rakyat yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia,” ujar Saiful Chaniago.
Menurut APKLI, pelantikan yang akan berlangsung di Jakarta itu akan melibatkan unsur pimpinan wilayah dan pimpinan cabang dari berbagai daerah, dari Sabang sampai Merauke serta dari Miangas hingga Pulau Rote.
APKLI menyebut keterlibatan tersebut mencakup ribuan pengurus dan jaringan anggota pedagang kaki lima serta pelaku UKM di seluruh Indonesia.
Pelantikan DPP APKLI Merah Putih periode 2026-2031 mengusung tema, “APKLI Merah Putih Bersama Usaha Kecil Menengah dan Pedagang Kaki Lima Indonesia Wujudkan Ekonomi Tumbuh 8% Presiden Prabowo Subianto”.
Tema tersebut menjadi penanda arah organisasi APKLI Merah Putih dalam periode kepengurusan lima tahun ke depan, khususnya dalam memperkuat peran pelaku usaha kecil, menengah dan pedagang kaki lima dalam perekonomian nasional.
Saiful Chaniago mengatakan, setelah pelantikan, APKLI Merah Putih akan mendorong sejumlah agenda strategis. Salah satu fokusnya adalah konsolidasi kelembagaan organisasi mulai dari DPP hingga pimpinan wilayah di 38 provinsi serta pimpinan cabang di 514 kabupaten/kota.
Konsolidasi tersebut dinilai penting untuk membangun struktur organisasi yang lebih terintegrasi sekaligus memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha rakyat di berbagai daerah.
Selain konsolidasi internal, APKLI Merah Putih menyatakan akan mengawal sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Lima program yang disebut dalam agenda tersebut yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Sekolah Rakyat, serta program 3 Juta Rumah Rakyat.
Agenda APKLI Merah Putih tidak berhenti pada penguatan struktur organisasi. Saiful Chaniago menyebut pihaknya juga menyiapkan sejumlah instrumen untuk memperkuat ekosistem usaha kecil dan pedagang kaki lima.
Di antaranya pembentukan Tim Percepatan Badan Perekonomian UMKM RI, Modal Usaha Produktif dan Pendampingan (MUPP), Yayasan Dana Sosial PKL UKM Indonesia, serta Sentra Rantai Pasok Grosir Nusantara.
APKLI Merah Putih juga menargetkan pembangunan Big Data PKL-UKM Indonesia pada semester I 2028.
Pengembangan basis data tersebut diarahkan untuk membangun pemetaan yang lebih terstruktur mengenai pelaku usaha kecil dan pedagang kaki lima.
Dengan basis data yang terintegrasi, organisasi berharap potensi ekonomi rakyat dapat lebih mudah dipetakan dan dikembangkan.
Di sisi lain, APKLI Merah Putih menyatakan akan membangun sinergi dengan sejumlah agenda dan institusi ekonomi nasional, termasuk Koperasi Merah Putih, Danantara, program hilirisasi nasional, serta Gerakan Revolusi Pasar Rakyat Indonesia (GERPAS RI).
Langkah tersebut, menurut Saiful, menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat keterhubungan antara produksi, distribusi, pembiayaan dan pasar bagi pelaku usaha rakyat.
APKLI Merah Putih juga menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) RI. Dukungan tersebut disebut Saiful berkaitan dengan upaya meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi.
“Kami yakin, dengan kerja kolaboratif, base time strategy and management, ekonomi tumbuh 8% Presiden Prabowo Subianto pasti terwujud,” kata Saiful Chaniago.
Ia menegaskan APKLI Merah Putih ingin mengambil posisi sebagai bagian dari kekuatan ekonomi rakyat yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan pelantikan pada 17 Oktober 2026, kepengurusan baru APKLI Merah Putih periode 2026-2031 akan memasuki fase konsolidasi organisasi dan implementasi berbagai agenda yang telah disiapkan.
“APKLI Merah Putih siap menjadi adrenalin baru ekonomi rakyat menuju Indonesia Emas 2045 dan puncak bonus demografi 2030,” pungkas Saiful Chaniago.(P01)






