MATARAM, PINTAS.CO.ID – Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu dari dua korban yang terseret ombak di kawasan Pantai Ampenan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Korban bernama Pietro Lionel Alesandro Seda (13 tahun) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu pagi (30/5/2026).
Pietro ditemukan mengapung di perairan sekitar satu kilometer ke arah utara dari titik lokasi kejadian pertama (Last Known Position/LKP) di Pantai Skip, Ampenan.
Tim SAR gabungan menemukan korban pada pukul 08.30 Wita setelah melakukan penyisiran intensif sejak hari sebelumnya.
Usai dievakuasi dari laut, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Mataram menggunakan kendaraan Rescue D-Max milik Kantor SAR Mataram.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, membenarkan penemuan tersebut.
“Korban pertama atas nama Pietro ditemukan pukul 08.30 Wita dalam kondisi meninggal dunia. Posisi korban berada di sebelah utara dari titik awal hilangnya korban. Setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, seluruh unsur SAR kembali melanjutkan pencarian terhadap korban kedua,” ujar Bustanil di lokasi kejadian, Sabtu (30/5/2026).
Dengan ditemukannya Pietro, fokus operasi SAR kini tertuju pada pencarian korban kedua, Anindita Mantika Muslim (9 tahun), seorang anak perempuan yang dilaporkan hanyut di kawasan Pantai Karang Buyuk.
Menurut Bustanil, pencarian hari kedua dilakukan secara maksimal dengan membagi personel ke sejumlah sektor pencarian.
Tim melakukan penyisiran di laut menggunakan perahu karet dan Rigid Inflatable Boat (RIB), penyisiran darat di sepanjang garis pantai, serta pemantauan udara menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban.
Sebelumnya, kedua korban dilaporkan hilang akibat terseret ombak pada Jumat sore (29/5/2026) dalam dua peristiwa yang terjadi hampir bersamaan di kawasan pesisir Ampenan.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Kantor SAR Mataram, Sat Brimob Polda NTB, Polairud Polda NTB, Polsek Ampenan, Polresta Mataram, Koramil Ampenan, serta dukungan nelayan dan warga setempat yang turut membantu proses pencarian.
Hingga Sabtu siang, pencarian terhadap Anindita masih terus dilakukan dengan harapan korban dapat segera ditemukan.(P02)






