DENPASAR, PINTAS.CO.ID – Dewan Komisaris bersama Komisaris Utama PT. PLN Energi Gas (EG) meninjau langsung proyek pengembangan infrastruktur energi gas di kawasan Benoa, Denpasar, Bali, Kamis (16/7/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target sekaligus memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.

Berdasarkan laporan manajemen dalam rapat Dewan Komisaris bersama Direksi, proyek tersebut telah mencapai progres 87,57 persen dan kini memasuki tahap akhir penyelesaian.

Peninjauan lapangan menjadi bagian dari fungsi pengawasan Dewan Komisaris terhadap proyek strategis di sektor energi.

Selain memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, kunjungan ini juga bertujuan mengawal agar setiap rupiah anggaran negara dikelola secara transparan, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah seorang anggota Dewan Komisaris menegaskan, kunjungan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mengelola dana publik yang dipercayakan kepada badan usaha milik negara (BUMN).

“Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi riil di lapangan sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan uang negara agar benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh BUMN yang menjalankan bisnis di sektor energi gas. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, satu rupiah pun uang rakyat harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Mengusung tema “Kunjungan Kerja Dewan Komisaris”, agenda tersebut juga menjadi momentum evaluasi terhadap capaian kinerja perusahaan, termasuk memastikan pelaksanaan proyek tetap selaras dengan target, standar mutu, serta jadwal penyelesaian yang telah ditetapkan.

Dalam evaluasi itu, Dewan Komisaris menilai sektor gas bumi memegang peran strategis sebagai energi transisi menuju sistem energi nasional yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

Gas bumi dinilai mampu menjadi jembatan antara penggunaan energi fosil beremisi tinggi dengan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik.

Indonesia sendiri memiliki cadangan gas yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti Sengeti, Natuna, hingga Blok Sisi Nubi Mahakam.

Optimalisasi potensi tersebut diyakini dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

Selain mendukung ketahanan energi, pemanfaatan gas bumi juga dinilai mampu menjaga keberlangsungan aktivitas industri dan memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

Pengembangan jaringan gas untuk sektor industri maupun rumah tangga diharapkan mampu menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dari sisi lingkungan, gas bumi menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan batu bara. Karena itu, pengembangannya dipandang sebagai langkah penting dalam mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih ramah lingkungan.

Pembangunan infrastruktur energi, termasuk fasilitas LPG di dalam negeri, juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menjaga stabilitas devisa negara.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. PLN Energi Gas, Saeful Caniago, mengapresiasi capaian pembangunan yang telah memasuki tahap akhir.

Ia mengingatkan seluruh jajaran perusahaan agar terus menjaga integritas, profesionalisme, serta memastikan setiap penggunaan anggaran negara dilakukan secara akuntabel.

Menurutnya, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari rampungnya pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang bersih dan transparan.

“Seluruh pekerjaan yang kita lakukan harus menjadi bentuk tanggung jawab kepada negara dan bangsa. Penggunaan uang negara harus benar-benar dijaga agar tidak terjadi kebocoran dan seluruh program dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Saeful.

Melalui pengembangan sektor gas bumi, pemerintah berharap Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada energi yang menjadi bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah transformasi menuju energi bersih, gas bumi diposisikan sebagai energi transisi yang berperan penting menjembatani kebutuhan energi saat ini dengan masa depan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.(P18)