JAKARTA, PINTAS.CO.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada diplomat senior Dino Patti Djalal yang belakangan menjadi sorotan usai menyampaikan sejumlah kritik terkait kondisi ekonomi dan berbagai persoalan nasional.
Menurut Anies, Dino merupakan sosok yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta integritas yang telah teruji dalam perjalanan panjangnya sebagai diplomat, akademisi, dan pejabat publik.
Karena itu, pandangan yang disampaikan Dino seharusnya dipahami sebagai masukan konstruktif untuk pemerintah, bukan dimaknai sebagai serangan politik.
“Pak Dino bukan pejabat karbitan. Beliau bukan karbitan ketika menjadi diplomat, dan bukan karbitan saat menjadi pejabat publik,” kata Anies.
Pernyataan tersebut disampaikan Anies saat menanggapi polemik yang berkembang setelah Dino mengungkapkan sejumlah catatan mengenai kondisi ekonomi Indonesia dan berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat.
Anies menilai gaya komunikasi Dino selama ini dikenal santun, terukur, dan penuh kehati-hatian. Ia menyebut setiap pernyataan yang disampaikan Dino selalu dipilih dengan cermat serta berorientasi pada upaya memberikan solusi dan perbaikan.
“Dalam menyampaikan pandangan, Pak Dino selalu mengedepankan argumentasi yang matang dan berbasis pengalaman. Itu yang membuat pandangannya layak menjadi bahan pertimbangan,” ujarnya.
Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyoroti sejumlah isu yang menjadi perhatian publik, mulai dari kondisi ekonomi masyarakat, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga dinamika pasar modal yang tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Tak hanya itu, Dino juga menyinggung berbagai persoalan di daerah yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Salah satunya terkait kondisi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak bencana yang proses pemulihannya dinilai belum sepenuhnya tuntas.
Berbagai pernyataan tersebut kemudian memicu respons dari Sekretaris Kabinet Tedy Indra Wijaya. Perbedaan pandangan antara keduanya pun berkembang menjadi perbincangan publik dan memunculkan beragam respons di ruang publik.
Meski demikian, Anies menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi.
Ia menilai kritik dan masukan dari tokoh yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan maupun diplomasi justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kualitas kebijakan publik.
Bagi Anies, rekam jejak panjang Dino menjadi alasan utama mengapa pandangannya layak didengar. Pengalaman yang dibangun selama puluhan tahun dinilai telah membentuk kapasitas kepemimpinan dan pemahaman yang mendalam terhadap berbagai persoalan bangsa.
“Penilaian terhadap seseorang seharusnya melihat rekam jejak dan kontribusinya. Pak Dino adalah figur yang tumbuh melalui pengalaman dan kompetensi nyata,” tegas Anies.
Dukungan Anies kepada Dino sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga ruang dialog yang sehat dalam demokrasi.
Dalam pandangannya, kritik dan masukan tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan bagian dari upaya bersama untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan serta menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Dengan pengalaman dan kontribusi yang dimiliki, Anies menilai suara Dino tetap relevan sebagai salah satu perspektif yang dapat memperkaya diskursus publik dan memperkuat proses pengambilan kebijakan di Indonesia.(P01)






