PINTAS.CO.ID – Bayangkan hidup di sebuah kota yang tidak pernah berhenti bergerak. Bukan berada di daratan, melainkan mengapung di tengah lautan sambil terus berlayar mengelilingi dunia sepanjang tahun.
Konsep futuristik tersebut dikenal dengan nama Freedom Ship, sebuah proyek kota terapung raksasa yang hingga kini masih menjadi salah satu gagasan paling ambisius dalam sejarah rekayasa maritim.
Seperti dikutip dari Freedom Cruise Line International, Euronews (2026), Freedom Ship Overview bahwa Freedom Ship pertama kali diperkenalkan pada akhir 1990-an dengan visi menghadirkan sebuah kota mandiri di atas laut.
Jika berhasil diwujudkan, kapal ini akan memiliki panjang sekitar 1,6 kilometer, menjadikannya salah satu kapal terbesar yang pernah dirancang manusia.
Tak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, Freedom Ship dirancang layaknya sebuah kota modern yang lengkap.
Kapal raksasa ini diproyeksikan mampu menampung hingga 80.000 orang yang terdiri atas penduduk tetap, kru, hingga wisatawan.
Beragam fasilitas publik juga direncanakan hadir di dalamnya, mulai dari kawasan hunian, sekolah, rumah sakit, hotel, pusat perbelanjaan, restoran, museum, hingga stadion olahraga.
Dengan konsep tersebut, penghuni dapat tinggal, bekerja, belajar, dan menikmati berbagai hiburan tanpa harus meninggalkan kapal.
Karena ukurannya yang sangat besar, Freedom Ship tidak dirancang untuk bersandar di pelabuhan konvensional.
Sebaliknya, kota terapung ini akan beroperasi secara mandiri dengan berlayar dari satu kawasan dunia ke kawasan lainnya sepanjang tahun.
Untuk mendukung operasionalnya, perancang proyek bahkan mengusulkan penggunaan energi nuklir sebagai sumber tenaga utama.
Teknologi tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan listrik dan energi bagi seluruh fasilitas yang ada selama perjalanan jangka panjang di lautan.
Meski terdengar seperti kisah dalam film fiksi ilmiah, Freedom Ship hingga kini masih sebatas konsep dan belum pernah memasuki tahap pembangunan.
Namun demikian, proyek dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai US$16 miliar atau sekitar Rp260 triliun itu tetap menarik perhatian dunia.
Hingga sekarang, Freedom Ship masih menjadi simbol dari mimpi besar manusia untuk menciptakan kota terapung modern yang mampu berlayar mengelilingi dunia tanpa henti, sekaligus mengubah cara manusia memandang kehidupan di masa depan.(P01)






