MATARAM, PINTAS.CO.ID – Kecelakaan lalu lintas masih menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan. Selain faktor kecepatan, banyak insiden terjadi akibat kesalahan pengendara saat melakukan pengereman, terutama ketika menghadapi situasi darurat.
Padahal, teknik pengereman yang benar merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai setiap pengendara sepeda motor. Dengan teknik yang tepat, risiko kehilangan kendali hingga kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengatakan masih banyak pengendara yang memiliki kebiasaan kurang tepat saat mengendarai sepeda motor, salah satunya menempatkan jari di tuas rem depan atau tuas kopling ketika motor sedang melaju.
“Kebiasaan tersebut dapat memicu pengereman mendadak yang berisiko membuat kendaraan kehilangan keseimbangan. Saat berkendara, seluruh jari sebaiknya menggenggam handlebar dengan sempurna dan hanya berpindah ke tuas rem ketika memang diperlukan,” jelasnya.
Melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, Astra Motor NTB mengajak masyarakat memahami prosedur pengereman yang benar agar perjalanan lebih aman dan nyaman.
Lima Langkah Pengereman Motor yang Benar
1. Tutup Putaran Gas Terlebih Dahulu
Sebelum mengerem, pastikan putaran gas ditutup sepenuhnya dengan memutar grip gas hingga posisi semula. Langkah ini bertujuan menghentikan suplai tenaga dari mesin sehingga proses pengereman menjadi lebih efektif.
2. Gunakan Rem Depan Secara Dominan
Setelah gas ditutup, lakukan pengereman menggunakan rem depan secara bertahap dengan teknik meremas tuas rem secara progresif, dimulai dari ujung jari kelingking hingga seluruh jari ikut memberikan tekanan.
Rem depan memiliki peran sekitar 60–70 persen dalam proses pengereman karena saat kendaraan melambat, beban motor berpindah ke roda depan. Teknik ini membantu mencegah roda depan terkunci (locking) yang dapat menyebabkan pengendara terjatuh.
3. Padukan dengan Rem Belakang
Selanjutnya, gunakan rem belakang sekitar 30–40 persen untuk menjaga kestabilan motor selama proses pengereman.
Pada motor matik, rem belakang dioperasikan melalui tuas rem kiri secara bertahap. Sementara pada motor sport atau manual, rem belakang digunakan dengan menginjak pedal rem menggunakan kaki kanan.
Perpaduan rem depan dan rem belakang yang tepat akan menghasilkan pengereman yang lebih stabil, seimbang, dan aman.
4. Sesuaikan Persiapan Berhenti dengan Jenis Motor
Ketika kecepatan semakin rendah, pengendara perlu menyesuaikan teknik berhenti sesuai jenis kendaraan.
Pada motor matik, pengendara dapat mulai menyiapkan kaki kiri sebagai tumpuan saat berhenti. Sedangkan pada motor sport atau manual, tuas kopling perlu ditarik sesaat sebelum motor berhenti sempurna agar mesin tidak mati.
5. Turunkan Kaki Kiri Saat Motor Hampir Berhenti
Ketika kendaraan hampir berhenti, turunkan kaki kiri terlebih dahulu untuk menjaga keseimbangan. Posisi ini juga membuat kaki kanan tetap siap mengoperasikan rem belakang apabila sewaktu-waktu masih dibutuhkan.
Menurut Satria, langkah-langkah sederhana tersebut sangat membantu pengendara menjaga stabilitas kendaraan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat pengereman mendadak.
“Keselamatan berkendara dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan benar. Jangan menunggu situasi darurat untuk belajar mengerem. Latih prosedur pengereman yang tepat setiap hari agar menjadi refleks saat menghadapi kondisi yang tidak terduga di jalan raya,” ujarnya.
Melalui semangat #Cari_Aman, Astra Motor NTB terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya teknik berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
Sebab pada akhirnya, perjalanan yang baik bukan diukur dari seberapa cepat tiba di tujuan, melainkan bagaimana setiap pengendara dapat sampai dengan selamat.
Jadi, jangan hanya mahir memutar gas. Pengendara yang cerdas adalah mereka yang memahami kapan dan bagaimana melakukan pengereman dengan benar. Jago #Cari_Aman, Biar Happy!.(P02)






