MATARAM, PINTAS.CO.ID – Kesempatan bekerja dan menjalani pemagangan di Jepang tak boleh hanya dipandang sebagai cara mendapatkan penghasilan.

Bagi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, pengalaman tersebut harus menjadi ruang untuk membangun karakter, memperluas pengetahuan, sekaligus menyiapkan masa depan.

Pesan itu disampaikan Gubernur Iqbal saat menerima audiensi PT Taisho Jepang bersama peserta pemagangan, di Ruang Kerja Kantor Gubernur NTB, pada Senin (14/9/2026).

Di hadapan para peserta magang, Gubernur Iqbal menekankan bahwa kemampuan intelektual bukan satu-satunya modal utama untuk bertahan dan berkembang di dunia kerja.

Menurutnya, karakter, komitmen, serta kemauan untuk terus belajar justru menjadi fondasi penting dalam membangun karier.

“Harus memiliki komitmen jangka panjang, tanamkan niat tulus untuk berkontribusi dan belajar pada perusahaan tempat Anda bekerja,” kata Gubernur Iqbal.

Pesan tersebut menjadi penting bagi para peserta yang akan menjalani pengalaman kerja di Jepang. Sebab, bekerja di lingkungan baru bukan hanya soal beradaptasi dengan pekerjaan, tetapi juga memahami budaya kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan nilai-nilai yang diterapkan perusahaan.

Gubernur Iqbal meminta para peserta tidak menjadikan program pemagangan sekadar sebagai perjalanan untuk mencari pendapatan. Mereka didorong memanfaatkan masa bekerja di Jepang untuk menyerap pengalaman sebanyak mungkin.

Menurutnya, setiap pengalaman selama bekerja dapat menjadi bekal ketika para peserta nantinya kembali ke Indonesia.

Pengetahuan mengenai etos kerja, sistem kerja, kedisiplinan, hingga budaya profesional di Jepang diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan di tanah air.

Selain soal karakter dan pengalaman, Gubernur Iqbal juga mengingatkan peserta agar mampu mengelola pendapatan yang diperoleh selama bekerja.

Ia menyarankan agar sebagian penghasilan tidak sekadar dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi mulai diarahkan menjadi investasi dan aset jangka panjang.

“Investasikan dalam bentuk tanah, rumah atau ruko agar ketika pulang ke tanah air nanti sudah ada aset,” ujarnya.

Pesan itu sekaligus menjadi pengingat agar pengalaman bekerja di luar negeri memberikan hasil yang lebih panjang daripada sekadar penghasilan bulanan.

Dengan pengelolaan keuangan yang baik, para peserta diharapkan dapat memiliki modal ketika kembali ke NTB dan membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Gubernur Iqbal juga menyampaikan apresiasi sekaligus doa kepada para peserta yang akan menjalani pengalaman tersebut. “Selamat ya, semoga sehat selalu untuk kalian semua,” pesannya.

Ia kemudian menutup pesannya dengan nasihat yang lebih personal mengenai pentingnya membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih besar.

“Kalau kalian disayangi sama orang, kamu harus sayang sama dia dua kali lipat darinya,” kata Gubernur Iqbal.

Sementara itu, Ketua Tim Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan, Muhammad Sihab, menjelaskan bahwa program pemagangan ke luar negeri, khususnya Jepang, telah berlangsung dalam rentang waktu yang panjang.

Kementerian Ketenagakerjaan telah menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di luar negeri selama kurang lebih 32 tahun. Dalam periode tersebut, sekitar 148.000 peserta telah dikirim untuk mengikuti program pemagangan di Jepang.

“Rekrutmen yang kita lakukan baik melalui Dinas Ketenagakerjaan di berbagai provinsi, kabupaten/kota maupun dari Balai Vokasi yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Sihab.

Menurutnya, mekanisme tersebut membuka ruang bagi calon peserta dari berbagai daerah untuk memperoleh kesempatan mengikuti program pemagangan luar negeri.

Program tersebut tidak hanya menjadi jalur peningkatan keterampilan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Sihab mengungkapkan bahwa PT Taisho Co. Ltd baru pertama kali menerima tenaga kerja dari Indonesia.

Namun, kesan positif terhadap budaya kerja tenaga kerja Indonesia menjadi salah satu alasan perusahaan tersebut mulai melihat peluang kerja sama yang lebih luas.

“Mereka ingin melihat Indonesia, khususnya Lombok NTB, dan berharap tenaga kerja yang dari Lombok bisa dikirimkan lebih banyak lagi ke Jepang,” katanya.

Ketertarikan tersebut menjadi peluang bagi NTB untuk memperluas akses anak muda daerah terhadap kesempatan kerja dan pemagangan di Jepang.

Bagi NTB, peluang pengiriman tenaga kerja ke luar negeri juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Terlebih, pengalaman bekerja di Jepang dapat memberikan peserta pengetahuan mengenai standar kerja dan profesionalisme yang kemudian dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke daerah asal.

Di sisi lain, pesan Gubernur Iqbal menegaskan bahwa keberhasilan bekerja di luar negeri tidak semata ditentukan oleh kemampuan teknis.

Karakter, komitmen jangka panjang, kemauan belajar, dan kemampuan mengelola hasil kerja menjadi bekal yang tak kalah penting.

Dengan semakin terbukanya peluang pemagangan dan kerja di Jepang, peserta asal NTB diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pulang membawa pengalaman, keterampilan, serta aset yang dapat menjadi modal membangun masa depan di tanah air.(P01)